KOOLOM

Stay informed and read latest news from Koo

HomeKoolom

AI Artist = Seniman?

3 Juni 2024

AI Artist = Seniman?

Siapa artist betulan, siapa yang jadi-jadian?


Kecerdasan buatan yang kerap kali disingkat menjadi AI (artificial intelligence), sudah membantu memudahkan kita dalam banyak hal. Mulai dari memaksimalkan performa dari aplikasi yang kita gunakan sehari-hari, hingga berperan besar dalam segi produksi barang yang kita pakai.

Selain itu, AI juga telah merambah ke dunia akademik. Dengan hadirnya Chat GPT dan AI serupa, banyak pelajar yang kemudian memanfaatkannya untuk mendapatkan jawaban secara instan. Tak hanya dunia tulis-menulis, AI juga telah melebarkan sayapnya di ranah seni.

Dengan hadirnya kecerdasan buatan seperti Mid Journey, Dall-E 2, sampai Stable Diffusion, sebuah ilustrasi bisa dihadirkan hanya dengan beberapa baris kata-kata perintah. Tentu hal ini kemudian menimbulkan konflik yang berkelanjutan. Sebab para illustrator dan pekerja seni lain di bidang terkait, merasakan kerugian yang begitu signifikan.

Setelahnya, timbul pula berbagai perdebatan. Karena beberapa orang yang menggunakan AI, menyebut dirinya sebagai artist. Apakah klaim yang dilontarkan oleh para pengguna AI dapat kita terima? Mari kita bahas secara seksama.

Permasalahan Orisinalitas

Program AI tidak lain berasal dari data-data online yang dihimpun oleh mesin melalui internet. Sehingga hasil yang dikeluarkan oleh AI, adalah kumpulan dari karya-karya illustrator lain yang tersebar di internet. Kumpulan karya tersebut diambil beberapa “bagian” dari karyanya, dan disamarkan sehingga tak nampak terlalu sama.

Tanpa izin resmi dari illustrator terkait, maka sudah dapat dipastikan bahwa tindakan pengambilan data oleh AI ini adalah tindakan pencurian. Karena setiap karya memiliki hak ciptanya masing-masing, sehingga tidak bisa asal diambil tanpa persetujuan bersama.

Terlebih, para “artist” kecerdasan buatan ini, menjual hasil ilustrasi AI yang mereka buat. Mereka mendapat keuntungan yang besar dari tindakan penjualan ilustrasi “curian”, sedangkan para illustrator sebenarnya yang menjadi dasar data AI tidak menerima apapun selain kerugian.

Siapakah Artist?

Secara bahasa, artist dapat diartikan sebagai seniman. Menurut wikipedia, seniman sendiri adalah istilah yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Kata kreatif dan inovatif ini perlu digarisbawahi, karena menjadi bagian penting mengapa seseorang dapat disebut sebagai seniman.

Bila kita melihat bagaimana proses AI menciptakan gambar, maka pertanyaan yang timbul adalah, apakah pengguna AI bisa disebut seorang artist? Karena mereka melangkahi landasan utama bagi seorang artist, yakni proses berpikir yang kreatif dan inovatif. 

Apalagi proses pembuatan ilustrasi dengan AI hanya membutuhkan prompt atau perintah dalam bentuk kata-kata. Merealisasikan prompt melalui AI seperti mewujudkan imajinasi melalui sihir, sehingga proses pembuatannya tidak benar-benar dilakukan oleh sang “seniman”. Akan tetapi begitu saja ada, dengan hanya bermodalkan sedikit kata-kata.

Melalui penjelasan yang sudah dijabarkan di atas, bagaimana pendapat kalian mengenai konflik artist dengan pengguna AI? Apakah para pengguna AI bisa dipanggil dengan sebutan artist, atau mereka harusnya hanya disebut sebagai prompter?


Writer : Dhimas

Illustrator : Arsy

You must Register or Login to post a comment